Sejarah Singkat

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Sumber gambar : https://pixabay.com/id/users/dezalb-1045091/

Sejarah Berdirinya MAN 1 Bandung Kab. Bandung

MAN 1 Bandung Kab. Bandung terletak di Jalan Komp. Bumi Karya Ciheulang Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. Letak MAN 1 Bandung Kab. Bandung ini berada di dalam komplek dari Komp. Bumi Karya Ciheulang. Dalam  pencarian Google Map MAN 1 Bandung Kab. Bandung ini diidentifikasi dengan kode alamat MAN 1 Bandung Kab. Bandung. Secara spesifik MAN 1 Bandung Kab. Bandung ini  terletak pada Latitude : -7.031288 dan Longitude : 107.696337. MAN 1 Bandung Kab. Bandung sebelumnya bernama MAN 1 Ciparay Kab. Bandung.

Madrasah Aliyah Negeri Ciparay bermula dari Fillial Madrasah Aliyah Negeri Cililin Kab. Bandung Barat, didirikan dengan keputusan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat tahun 1990 dengan tempat yang pertama kali digunakan adalah menumpang di Madrasah Tsanawiyah Negeri Ciparay Kab. Bandung. Perintis berdirinya Madrasah Aliyah Negeri Ciparay Kab. Bandung adalah Drs. H. Choeruzzaman, beliau seorang tokoh masyarakat dan agama di wilayah Kecamatan Ciparay Kab. Bandung. Latar belakang berdirinya Madrasah Aliyah Negeri Ciparay Kab. Bandung adalah mengingat masyarakat Ciparay dan sekitarnya memerlukan sekolah negeri yang berciri khas Islam, disamping itu juga untuk memfasilitasi pendidikan bagi siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Ciparay yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan linier yaitu Madrasah Aliyah Negeri.

Dalam perkembangan selanjutnya, Madrasah Aliyah Negeri Ciparay mengalami beberapa perpindahan tempat proses belajar mengajar. Pada tahun 1991 lokasinya dipindahkan ke Jalan Laswi Nomor 721 Ciparay, tepatnya di Pesantren K. Engking (Alm), perpindahan tersebut diakibatkan karena bertambahnya jumlah siswa serta dalam rangka menumbuhkan kemandirian dalam pengelolaan lembaga. Kemudian dengan semakin bertambahnya siswa dan ruang kelas terbatas, maka pada tahun 1994 lokasinya dipindahkan ke SDN Tanjunglaya Ciparay sampai tahun 1996. Dari ketiga lokasi tersebut proses belajar mengajar dilaksanakan pada siang hari, mengingat penggunaan ruang kelas yang bergantian dengan pemilik gedung.

Setelah menempati lokasi SDN Tanjunglaya selama 2 tahun, Madrasah Aliyah Negeri Ciparay Fillial Cililin sudah harus memiliki bangunan sendiri dan proses belajar mengajar harus dilaksanakan pagi hari. Hal ini dilakukan untuk memenuhi salah satu syarat penegerian Madrasah Aliyah Negeri Ciparay secara penuh, tidak lagi menggunakan kata-kata Fillial Cililin. Keadaan tersebut mendorong para personil Madrasah Aliyah Negeri Ciparay Kab. Bandung untuk berpikir ekstra keras dalam rangka memenuhi persyaratan tersebut, agar penegerian secara penuh Madrasah Aliyah Negeri Ciparay Kab. Bandung dapat cepat terrealisasikan.

Akhirnya, salah satu tokoh ulama dan masyarakat Sutam Drs. H. Khaidar Hidayatulloh menawarkan salah satu gedung di Sutam milik masyarakat untuk digunakan Madrasah Aliyah Negeri Ciparay Kab. Bandung dengan status hak guna pakai. Meskipun dengan berat hati, Madrasah Aliyah Negeri Ciparay Kab. Bandung pindah lokasi ke Sutam, mengingat letak geografis yang sangat jauh dari kota kecamatan dan sarana transportasi yang masih jarang serta wilayahnya yang rawan banjir. Meskipun demikian, Madrasah Aliyah Negeri Ciparay pindah ke Sutam dengan Kepala Sekolah Drs. Mardjuki, dan 10 (sepuluh) bulan kemudian maka Madrasah Aliyah Negeri Ciparay Filial Cililin menjadi negeri penuh dengan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 107 Bulan Maret 1997 dan berubah namanya menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Ciparay. Dari tahun ke tahun, Madrasah Aliyah Negeri Ciparay mengalami penurunan jumlah siswa, hal ini dikarenakan letak geografis yang sangat jauh dari kota kecamatan, transportasi yang begitu sulit, dan perkembangan jumlah penduduk yang relative sedikit, dan lokasinya yang rawan banjir. Mengingat permasalah tersebut, personil Madrasah Aliyah Negeri Ciparay kembali harus memutar otak agar perkembangan Madrasah Aliyah Negeri Ciparay jauh lebih pesat dan maju. Maka atas hasil rapat dewan guru di bawah pimpinan Drs. Yakub Al-Hilal, M.BA., MM. (Alm), pada tahun 2000 mulai dibuka Madrasah Aliyah Negeri Ciparay Kampus 2 yang berlokasi di sebuah pesantren YAPIYA Desa Ciheulang Kec. Ciparay. Keputusan tersebut menimbulkan pro dan kontra dari berbagai masyarakat Sutam, karena kekhawatiran mereka akan mengkerdilkan Kampus 1 Sutam, dan akan lebih mementingkan Kampus 2 Ciparay. Meskipun demikian, perkembangan Kampus 2 tetap berjalan dan dengan imbal swadaya dari pemerintah, Madrasah Aliyah Negeri Ciparay membangun 3 lokal kelas di Jl. Komplek Bumikarya Ciheulang Ciparay Kab. Bandung (lokasi Madrasah Aliyah Negeri Ciparay sekarang).

Dalam perkembangan selanjutnya, Kampus 2 maju lebih pesat dibandingkan kampus 1. Hal ini disebabkan lokasinya yang strategis, dekat dengan kota kecamatan, dan sarana transportasi yang memadai, sehingga lambat laun pembangunan pun dilaksanakan di Kampus 2, karena Kampus 1 hanya Hak Guna Pakai sedangkan Kampus 2 sudah menjadi Hak Milik. Oleh karena itu, pada Tahun Pelajaran 2007/2008 Madrasah Aliyah Negeri Ciparay tidak lagi menerima siswa baru kelas X di Kampus 1 Sutam dan hanya menerima siswa di Kampus 2 Madrasah Aliyah Negeri Ciparay. Dengan tidak adanya siswa di Kampus 1, maka hilanglah istilah kampus 1 dan kampus 2, dan selanjutnya hanya ada Madrasah Aliyah Negeri Ciparay yang berlokasi di Jl. Komp. Bumikarya Desa Bumiwangi Kec. Ciparay Kab. Bandung, hal ini disebabkan lokasinya yang strategis, dekat dengan kota kecamatan, dan sarana transportasi yang memadai.

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bandung merupakan satu dari 2 Madrasah Aliyah Negeri yang ada di Kabupaten Bandung. Madrasah ini dari tahun ke tahun terus menapak kemajuan. Deretan tropi dan piagam penghargaan di lemari pajang menunjukkan keunggulan prestasi yang telah diraihnya baik prestasi akademis maupun non akademis. Keunggulan yang sudah diraih ditekadkan untuk dipertahankan bahkan akan terus ditingkatkan. Sementara, beberapa segi kekurangan dalam berbagai aspeknya diniatkan untuk diperbaiki dan dikelola serta dioptimalkan sehingga meningkat menjadi keunggulan madrasah. Sehubungan inilah Rencana Strategis (Renstra) atau Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bandung ini dibuat.

Penyusunan Renstra dipandang sangat penting sebagai suatu pedoman untuk mencapai keunggulan madrasah dalam kurun waktu empat tahun.

Renstra merupakan kerangka kerja dalam penyusunan Rencana Kerja Anggaran Madrasah (RKAM) tiap-tiap tahun. Dengan ketersediaan dokumen Renstra dan RKAM madrasah memiliki buku kerja sebagai pegangan bagi pengelola madrasah untuk mengatasi permasalahan dalam perjalanan menuju visi, misi dan tujuan yang digariskan.