Soreang (Humas MAN 1 Kabupaten Bandung) – Dalam upaya memperkuat budaya keamanan pangan di lingkungan pendidikan, tiga perwakilan MAN 1 Kabupaten Bandung mengikuti kegiatan Pembentukan Tim Ketahanan Pangan Sekolah yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bandung pada Kamis (7/8/2026) di Aula Oryza Satifa, Kementerian Pertanian. Kegiatan ini bertujuan membentuk kader dan tim ketahanan pangan sekolah yang mampu mengedukasi serta mengawal penerapan keamanan pangan di lingkungan satuan pendidikan.

MAN 1 Kabupaten Bandung mengirimkan tiga orang perwakilan, yaitu Syaiful Bachri Chaidier (Guru Bimbingan dan Konseling), Deden Ubaidillah (Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat), dan Barkah (perwakilan orang tua murid). Kehadiran unsur guru, manajemen madrasah, dan orang tua menjadi bentuk kolaborasi dalam membangun budaya sekolah yang sehat, aman, dan peduli terhadap kualitas pangan yang dikonsumsi peserta didik.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai ketahanan pangan sekolah, meliputi pentingnya memilih pangan yang aman, mengenali risiko pangan yang tidak memenuhi syarat, hingga penerapan Lima Kunci Keamanan Pangan, yaitu menjaga kebersihan, memisahkan pangan mentah dari pangan matang, memasak dengan benar, menjaga pangan pada suhu yang aman, serta menggunakan air dan bahan baku yang aman. Materi tersebut diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah melalui pembentukan Tim Ketahanan Pangan Sekolah.

Perwakilan BPOM Bandung dalam sesi penyampaian materi menegaskan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan konsumsi pangan yang aman sejak usia dini. “Keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui pembentukan Tim Ketahanan Pangan Sekolah, kami berharap setiap sekolah mampu menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan yang sehat serta melindungi peserta didik dari risiko pangan yang tidak aman,” ujarnya.

Sementara itu, Guru BK MAN 1 Kabupaten Bandung yang ditunjuk sebagai bagian dari Tim Ketahanan Pangan Sekolah, Syaiful Bachri Chaidier, menyampaikan bahwa ilmu yang diperoleh akan menjadi bekal untuk membangun budaya hidup sehat di lingkungan madrasah. “Kami berkomitmen mengimplementasikan hasil bimbingan teknis ini melalui edukasi kepada warga madrasah, penguatan pengawasan kantin, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang sehat, aman, dan nyaman,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, MAN 1 Kabupaten Bandung juga memperkuat sinergi dengan BPOM, orang tua, dan berbagai pihak dalam mewujudkan ekosistem sekolah yang mendukung kesehatan peserta didik. Pembentukan Tim Ketahanan Pangan Sekolah diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran seluruh warga madrasah terhadap pentingnya keamanan pangan, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang bebas dari pangan berisiko dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

Ke depan, hasil kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan penyusunan program edukasi keamanan pangan, sosialisasi kepada peserta didik dan pedagang kantin, serta penguatan budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan madrasah. MAN 1 Kabupaten Bandung berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan pendidikan melalui penyelenggaraan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan berkualitas sebagai bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsinya dalam melayani masyarakat.