Ciparay (Humas MAN 1 Kabupaten Bandung) — Hijrah bukan hanya tentang berpindah tempat, tetapi tentang keberanian untuk berubah. Meninggalkan kebiasaan yang kurang baik, memperbaiki diri, dan terus bergerak menjadi pribadi yang lebih dekat dengan Allah SWT. Pesan inilah yang mengemuka dalam Pengajian Rutin Bulanan MAN 1 Kabupaten Bandung yang digelar pada Rabu (17/6/2026).

 

Kegiatan diawali dengan khataman Al-Qur’an bersama dan dilanjutkan dengan tausiyah keagamaan bertema “Hijrah sebagai Momentum Perubahan Menuju Pribadi yang Lebih Baik.” Seluruh civitas akademika MAN 1 Kabupaten Bandung mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat.

Bagi para pengajar, pengajian ini tidak sekadar menjadi agenda rutin bulanan. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk berhenti sejenak dari rutinitas, melakukan refleksi diri, sekaligus mendapatkan inspirasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala MAN 1 Kabupaten Bandung, Dr. H. Yayat Sudrajat, S.Ag., M.M.Pd., menyampaikan bahwa pembinaan spiritual merupakan bagian penting dari pendidikan di madrasah.

“Pengajian rutin ini menjadi sarana untuk menjaga ruh keagamaan di lingkungan madrasah. Kami berharap seluruh keluarga besar MAN 1 Kabupaten Bandung mampu memaknai hijrah bukan hanya sebagai perpindahan secara fisik, tetapi sebagai perubahan menuju akhlak yang lebih baik dan kehidupan yang lebih berkah,” ujarnya.

Tausiyah dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Guru Besar UIN Bandung, Prof. Dr. H. Supiana, M.Ag. Dalam tausiyahnya, Prof. Supiana mengajak seluruh peserta untuk memahami hijrah sebagai proses perubahan diri yang dilakukan secara terus-menerus.

Hijrah, menurutnya, dapat dimulai dari hal-hal sederhana: memperbaiki ibadah, menjaga hubungan dengan sesama, meningkatkan tanggung jawab, serta meninggalkan kebiasaan yang dapat menjauhkan diri dari nilai-nilai kebaikan.

“Hijrah adalah proses meninggalkan kebiasaan yang menjauhkan diri dari nilai-nilai kebaikan menuju kehidupan yang lebih bermakna. Setiap muslim dituntut terus bergerak menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, berilmu, dan membawa manfaat bagi lingkungannya,” tutur Prof. Supiana.

Pesan tersebut menjadi refleksi bagi siswa bahwa perubahan positif tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Datang tepat waktu, rajin belajar, menjaga tutur kata, menghormati guru, membantu teman, serta meningkatkan kualitas ibadah merupakan bagian dari proses menjadi pribadi yang lebih baik.

Melalui pengajian rutin bulanan, MAN 1 Kabupaten Bandung terus berupaya membangun budaya madrasah yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi penguatan iman, karakter, dan akhlakul karimah.

Semangat hijrah diharapkan tidak berhenti ketika kegiatan berakhir. Sebaliknya, nilai-nilai yang diperoleh dapat dibawa ke ruang kelas, lingkungan keluarga, pertemanan, dan kehidupan sehari-hari. Karena pada akhirnya, hijrah bukan tentang siapa yang paling cepat berubah, tetapi tentang kemauan untuk terus menjadi lebih baik setiap hari.