Ciparay (Humas MAN 1 Bandung) – MAN 1 Kabupaten Bandung melaksanakan kegiatan Survei Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Senin, 12 Oktober 2026, bertempat di lingkungan MAN 1 Kabupaten Bandung. Kegiatan ini diikuti oleh 44 murid dan 3 guru sebagai bagian dari upaya mengetahui implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah sekaligus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih humanis, nyaman, dan bermakna bagi seluruh warga madrasah.

Kegiatan survei ini menjadi salah satu langkah untuk melihat sejauh mana nilai-nilai cinta dapat diterapkan dalam proses pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di madrasah. Melalui keterlibatan murid dan guru, diharapkan diperoleh gambaran mengenai penerapan nilai-nilai tersebut, termasuk dalam membangun hubungan yang positif antara guru dan murid serta menciptakan suasana belajar yang saling menghargai.

Kepala MAN 1 Kabupaten Bandung, Dr. H. Yayat Sudrajat, S.Ag., M.M.Pd., menyambut baik pelaksanaan survei tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga perlu memperhatikan pembentukan karakter dan kepedulian terhadap sesama.

“Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, kami berharap seluruh warga madrasah dapat membangun budaya belajar yang saling menghargai, peduli, dan menghormati satu sama lain. Survei ini menjadi salah satu upaya untuk melihat penerapannya sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi madrasah,” ungkapnya.

 

Wakil Kepala MAN 1 Kabupaten Bandung bidang Kurikulum, Rival Wachyu Juniansyah, S.Pd., menambahkan bahwa hasil survei diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan proses pembelajaran yang selaras dengan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta. Keterlibatan murid dan guru dinilai penting agar penerapan kurikulum tidak hanya menjadi konsep, tetapi juga hadir dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari.

“Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta perlu didukung oleh seluruh warga madrasah. Melalui survei ini, kami berharap dapat memperoleh masukan yang bermanfaat untuk memperkuat penerapan nilai-nilai cinta dalam pembelajaran dan interaksi di lingkungan madrasah,” jelas Rival.

Pelaksanaan survei ini diharapkan berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan budaya pendidikan di MAN 1 Kabupaten Bandung. Ke depan, hasil survei diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut dalam mengoptimalkan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di kalangan murid, guru, serta seluruh warga madrasah.

Melalui kegiatan ini, MAN 1 Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan kepada murid serta mendorong pengembangan madrasah melalui penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) secara berkelanjutan.