Solokanjeruk (Humas MAN 1 Kabupaten Bandung) — Kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil. Kalimat itu kembali menemukan maknanya ketika kontingen MAN 1 Kabupaten Bandung berhasil membawa pulang sembilan gelar juara dalam Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) Madrasah Aliyah Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2026 yang digelar di MAN 2 Bandung, Sabtu (18/7/2026).

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa potensi peserta didik madrasah tidak hanya tumbuh di ruang kelas. Di atas panggung, di arena olahraga, hingga dalam kompetisi keagamaan dan bahasa, siswa MAN 1 Kabupaten Bandung mampu menunjukkan kemampuan, keberanian, kreativitas, dan semangat berkompetisi.

Dalam ajang yang diselenggarakan Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Kabupaten Bandung tersebut, Aang Mildansyah berhasil meraih Juara 1 Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) Putra, sementara Ayunita tampil sebagai Juara 1 Solo Vokal Putri. Capaian tersebut kemudian dilengkapi oleh prestasi Muhammad Rifki melalui Juara 2 Kaligrafi Putra, Muhammad Fachri Khairul Azam pada Pidato Bahasa Indonesia Putra, Qaisya Qurota Aina Tartila pada Pidato Bahasa Arab Putri, serta Ilyas Arifin pada Pidato Bahasa Arab Putra.

Tidak berhenti di sana, semangat juang kontingen MAN 1 Kabupaten Bandung juga menghasilkan tiga gelar Juara 3. Prestasi tersebut diraih Lisgia Putri Rahayu pada Pidato Bahasa Arab Putri, Azzahra Nurfadilah pada Bulu Tangkis Tunggal Putri, dan Ibnu Fajri Atiar pada Tenis Meja Putra.

Bagi MAN 1 Kabupaten Bandung, sembilan gelar tersebut bukan sekadar angka dalam daftar prestasi. Di balik setiap kemenangan terdapat proses panjang berupa latihan, kedisiplinan, pendampingan, keberanian tampil, serta dukungan dari guru pembimbing, pelatih, orang tua, dan seluruh keluarga besar madrasah.

Kepala MAN 1 Kabupaten Bandung, Dr. H. Yayat Sudrajat, S.Ag., M.M.Pd., menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh siswa yang telah berjuang membawa nama madrasah.

“Alhamdulillah, prestasi ini merupakan buah dari ikhtiar, kedisiplinan, dan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Kami bersyukur para siswa mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dan mengharumkan nama MAN 1 Kabupaten Bandung. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi serta memberikan hasil terbaik saat mewakili Kabupaten Bandung di tingkat Provinsi Jawa Barat,” ujar Yayat Sudrajat.

Salah satu cerita inspiratif datang dari Ayunita, peraih Juara 1 Solo Vokal Putri. Baginya, keberhasilan tersebut tidak datang secara instan. Persiapan, latihan, doa, dan dukungan dari orang-orang di sekitarnya menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju podium juara.

“Saya sangat bersyukur bisa meraih Juara 1. Terima kasih kepada Bapak dan Ibu guru pembimbing, orang tua, serta teman-teman yang selalu memberikan doa dan semangat. Semoga saya dapat memberikan penampilan terbaik dan membawa nama baik Kabupaten Bandung pada PORSENI tingkat provinsi nanti,” ungkap Ayunita.

Prestasi para siswa tersebut sekaligus memberikan pesan penting bagi seluruh peserta didik MAN 1 Kabupaten Bandung: setiap orang memiliki kesempatan untuk berprestasi ketika mau mengenali potensi, berani mencoba, dan bersungguh-sungguh dalam prosesnya.

PORSENI juga menjadi ruang pembelajaran bahwa kemenangan bukan satu-satunya tujuan. Di dalamnya terdapat nilai disiplin, kerja sama, sportivitas, percaya diri, tanggung jawab, dan keberanian untuk menghadapi tantangan. Nilai-nilai inilah yang menjadi bagian penting dari pendidikan karakter di madrasah.

Keberhasilan kontingen MAN 1 Kabupaten Bandung di tingkat Kabupaten Bandung semakin menguatkan komitmen madrasah untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi peserta didik dalam mengembangkan bakat dan minatnya. Prestasi akademik dan nonakademik dipandang sebagai dua sisi yang saling melengkapi dalam membentuk generasi madrasah yang unggul dan berkarakter.

Kini, tantangan berikutnya telah menanti. Para siswa yang akan mewakili Kabupaten Bandung di tingkat Provinsi Jawa Barat diharapkan mampu menjaga semangat latihan, tetap rendah hati, dan terus memberikan kemampuan terbaik.

Sembilan gelar telah menjadi bukti bahwa potensi siswa MAN 1 Kabupaten Bandung begitu beragam. Dari prestasi hari ini, lahir inspirasi untuk menorehkan prestasi berikutnya.