Ciparay (Humas MAN 1 Kabupaten Bandung) — Satu unggahan bisa menjadi karya yang menginspirasi, tetapi satu unggahan pula dapat meninggalkan jejak yang sulit dihapus. Di tengah kehidupan generasi muda yang semakin dekat dengan media sosial, kemampuan menggunakan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab menjadi bagian penting dari pembentukan karakter peserta didik.

Pesan itulah yang mengemuka dalam kegiatan Masa Taaruf Murid Madrasah (MATAMUDA) MAN 1 Kabupaten Bandung Tahun Pelajaran 2026/2027, Rabu (15/7/2026). Para peserta didik baru mendapatkan pembekalan bertajuk “Budaya Digital dan Etika Penggunaan Media Sosial” yang disampaikan oleh Andi CS.

Kegiatan ini mengajak siswa melihat dunia digital bukan sekadar tempat untuk bersosialisasi dan mencari hiburan, tetapi juga sebagai ruang belajar, berkarya, berkomunikasi, dan menunjukkan potensi diri. Setiap komentar, foto, video, maupun informasi yang dibagikan dapat menjadi bagian dari jejak digital yang menggambarkan bagaimana seseorang bersikap dan berkomunikasi.

Dalam pembekalan tersebut, peserta didik diajak memahami pentingnya bersikap kritis sebelum menerima maupun membagikan informasi. Kebiasaan memeriksa kebenaran informasi, menjaga kesantunan dalam berkomunikasi, serta mempertimbangkan dampak dari setiap unggahan menjadi bagian penting dalam membangun budaya digital yang sehat.

Kepala MAN 1 Kabupaten Bandung, Dr. H. Yayat Sudrajat, S.Ag., M.M.Pd., menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan karakter.

“Kemajuan teknologi harus diimbangi dengan karakter dan etika. Kami berharap peserta didik mampu menggunakan media digital untuk hal-hal yang produktif, menyebarkan konten positif, serta menjaga nama baik diri, keluarga, dan madrasah,” ungkapnya.

Bagi siswa baru MAN 1 Kabupaten Bandung, pesan tersebut menjadi bekal penting ketika mereka mulai memasuki lingkungan pendidikan yang lebih luas. Dunia digital memberikan ruang yang sangat besar untuk menunjukkan kreativitas dan prestasi, tetapi ruang tersebut juga menuntut tanggung jawab setiap penggunanya.

Andi CS mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi harus dibarengi dengan kemampuan mengendalikan diri. Sebelum menekan tombol “bagikan”, setiap pengguna perlu mempertimbangkan kebenaran informasi, bahasa yang digunakan, serta kemungkinan dampaknya bagi diri sendiri maupun orang lain.

“Jejak digital akan selalu melekat. Karena itu, gunakan media sosial secara cerdas, santun, dan bertanggung jawab. Jadilah pengguna internet yang mampu memberikan manfaat bagi orang lain, bukan sebaliknya,” pesannya.

Pembekalan literasi digital dalam rangkaian MATAMUDA menjadi bagian dari upaya MAN 1 Kabupaten Bandung mempersiapkan siswa tidak hanya untuk menghadapi tantangan akademik, tetapi juga kehidupan sosial yang terus berubah. Kecakapan menggunakan teknologi dipandang perlu berjalan bersama integritas, etika, sikap saling menghargai, dan tanggung jawab sebagai bagian dari komunitas madrasah.

Di era ketika informasi bergerak begitu cepat, siswa MAN 1 Kabupaten Bandung diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pencipta karya dan penyebar kebaikan. Dari layar yang mereka gunakan setiap hari, lahir gagasan, prestasi, dan inspirasi yang membawa nama baik diri, keluarga, dan madrasah.

Karena menjadi generasi digital bukan hanya tentang seberapa cepat mengikuti teknologi, tetapi tentang seberapa bijak menggunakannya untuk menghadirkan manfaat.