
Tasikmalaya (Humas MAN 1 Kabupaten Bandung) — Sebuah suara yang terdengar merdu di atas panggung sesungguhnya menyimpan cerita panjang tentang latihan, keberanian, disiplin, dan perjuangan. Bagi Ayunita Agustriyani, siswi kelas XII-7 MAN 1 Kabupaten Bandung, proses panjang itu akhirnya berbuah prestasi membanggakan setelah dirinya berhasil meraih Juara 1 Solo Vokal Putri pada ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Siswa Madrasah Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026, Senin (24/8/2026).
Prestasi tersebut bukan sekadar sebuah gelar juara. Di balik penampilannya di panggung tingkat Provinsi Jawa Barat, terdapat proses latihan yang menuntut konsistensi sekaligus keberanian untuk terus memperbaiki diri. Setiap latihan menjadi kesempatan bagi Ayunita untuk mengasah kemampuan vokal sekaligus membangun mental agar mampu tampil percaya diri di hadapan para juri dan penonton.
Kompetisi tingkat provinsi juga memberikan pengalaman baru bagi Ayunita. Berhadapan dengan peserta-peserta dari berbagai madrasah di Jawa Barat membuatnya belajar bahwa kemampuan saja tidak cukup. Diperlukan kesiapan mental, ketenangan, fokus, serta kemampuan mengelola tekanan ketika berada di atas panggung.
“Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa mendapatkan Juara 1 dan membawa nama MAN 1 Bandung. Prestasi ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan berlatih agar ke depannya bisa memberikan yang lebih baik lagi,” ungkap Ayunita.
Bagi MAN 1 Kabupaten Bandung, keberhasilan Ayunita menjadi bukti bahwa potensi peserta didik dapat berkembang ketika mendapatkan ruang untuk berlatih, dibina, dan diberikan kepercayaan untuk tampil. Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa lingkungan madrasah dapat menjadi tempat bertumbuh bagi siswa dengan beragam bakat dan minat, termasuk di bidang seni.
Kepala MAN 1 Kabupaten Bandung, Dr. H. Yayat Sudrajat, S.Ag., M.M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pencapaian yang diraih Ayunita. Menurutnya, prestasi tersebut lahir dari kesungguhan siswa dalam menjalani proses serta dukungan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh madrasah.
“Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi MAN 1 Bandung. Kami mengapresiasi kerja keras Ayunita dan seluruh pihak yang telah mendukung proses pembinaan. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan meraih prestasi,” ujar Yayat.
Porseni menjadi salah satu ruang penting bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan di luar pembelajaran akademik. Melalui kompetisi seni, siswa belajar mengubah bakat menjadi kemampuan yang terus diasah. Mereka juga belajar menghadapi tantangan, menerima hasil dengan sportif, serta menjadikan pengalaman kompetisi sebagai bagian dari proses pendewasaan.
Bagi seorang siswa, keberanian untuk tampil di hadapan banyak orang merupakan pencapaian tersendiri. Ketika keberanian tersebut dipadukan dengan latihan yang konsisten dan dukungan lingkungan pendidikan, potensi yang sebelumnya hanya tersimpan dapat berkembang menjadi prestasi yang membanggakan.
MAN 1 Kabupaten Bandung pun terus meneguhkan komitmennya untuk memberikan ruang pembinaan bagi peserta didik, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Setiap prestasi yang lahir dari madrasah diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian individu, tetapi menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk berani mengenali potensi dan menekuni bidang yang mereka cintai.
Kemenangan Ayunita menjadi pesan sederhana bagi seluruh siswa MAN 1 Kabupaten Bandung bahwa panggung prestasi tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Ia dapat bermula dari keberanian untuk mencoba, kesediaan untuk berlatih, dan kemauan untuk terus belajar ketika hasil belum sesuai harapan.
Hari ini Ayunita berdiri di panggung Jawa Barat membawa nama madrasah. Esok, semoga semakin banyak siswa MAN 1 Kabupaten Bandung yang berani menemukan panggungnya masing-masing dan mengubah potensi menjadi prestasi.




